Muki
bebas menciumiku dan aku juga bebas menciumi Muki. Kami melakukannya sama-sama
dengan nafsu kami yang sangat besar. Baru pertama kali ini aku melakukannya
seperti hubungan suami istri. Muki menciumi seluruh tubuhku mulai dari atas
turun ke bawah. Begitu bibir Muki sampai di vaginaku yang sudah sangat basah,
terasa olehku Muki membuka lebar vaginaku dengan jari-jarinya. Ah… nikmat
sekali. Seandainya aku tahu senikmat ini, ingin kulakukan dari dulu. Ternyata
Muki sudah menjilati klitorisku yang panjang dan lebar. Dengan permainan
lidahnya di vaginaku dan tangan Muki sambil meremas susuku dan memainkan
putingku, aku rasanya sudah sangat enak sekali. Sepertinya tidak kusia-siakan kenikmatan
ini tiap detik. Muki sekali-kali memasukan jarinya ke vaginaku dan memasukkan
lidahnya ke vaginaku.
Akhirnya dengan nafsu yang sudah
tidak bisa kutahan lagi, kukatakan pada Muki. “Muk, masukkan punyamu ke punyaku
ya… masukannya pelan -pelan,” pintaku. Muki lalu bangkit dari arah bawah. Dan
menciumi bibirku. “May, kamu sudah siap aku masukkan, apa kamu tidak menyesal
nantinya.” “Tidak Muk, aku tidak menyesal. Aku sudah siap melakukannya.”Lalu
Muki melebarkan kakiku dan terlihat jelas sekali punya Muki yang sangat besar
sudah siap-siap untuk masuk ke punyaku. Vaginaku sudah basah sekali. Dan
kubimbing penis Muki agar tepat masuk di lubang vaginaku. Pertama-tama memang
agak sakit, tapi punyaku sepertinya sudah tidak terasa lagi akan sakit yang ada,
lebih banyak nikmatnya yang kurasakan. Dengan dorongan pelan dan pelan sekali,
akhirnya punya Muki berhasil masuk ke dalam lorong kenikmatanku.
“Oh… enak sekali,” jeritku.
Terasa seluruh lorong dan dinding
vaginaku penuh dengan penis besar kepunyaan Muki. Dengan sekali tekan dan
dorongan yang sangat keras dari penis Muki, membuat hari itu aku sudah tidak
perawan lagi. Muki membisikkan sesuatu di telingaku, “May, kamu sudah tidak
perawan lagi.”
“Ngga apa-apa Muk, jangan dilepas
dulu ya…”
“Terus Muk, goyang lebih kencang,
aku enak sekali..” Dengan posisi aku di bawah, Muki di atas, kami melakukannya
lama sekali. Muki terus menciumi susuku yang sudah keras, penis Muki masih
terbenam di vaginaku. Akhirnya puncak kenikmatanku yang pertama keluar juga.
“Muki sepertinya aku sudah tidak
tahan lagi… aku mau keluar.”
“Keluarin terus May, aku tidak
akan melepaskan punyaku.”
“Muk, aku tidak tahan lagi…
a..ahh… aaahh.. aku keluar Muk, aku keluar.. keluar Muk..enaak sekali, jangan
berhenti, teruskan… aaaa… aaaa..” Pada saat orgasme yang pertama, Muki langsung
menciumi bibirku. Oh… benar -benar luar biasa sekali enaknya.
Akhirnya aku menikmati kehangatan
punya Muki dan aku masih memeluk badan Muki. Walaupun udara di kamar itu sangat
dingin, tapi hawa yang kami keluarkan mengalahkan udara dingin.
“May, aku masih mau lagi, tidak
akan kulepaskan… sekarang aku mau posisi enam sembilan. Kamu isap punyaku dan
aku isap punyamu.”
Kemudian kami berubah posisi ke
enam sembilan. Muki bisa sangat jelas mengisap punyaku. Dan kelihatan kliotorisku
yang sangat besar dan panjang.
“May punyamu lebar sekali.”
“Isap terus Muk, aku ingin
mengeluarkan sekali lagi dan berkali-kali.”
Aku terus mengisap punya Muki
sementara Muki terus menjilati vaginaku dan kami melakukannyasangat lama
sekali. Penis Muki yang sudah sangat keras sekali membuatku bernafsu untuk
melawannya. Dan permainan mulut Muki di vaginaku juga membuatku benar-benar
terangsang dan sepertinya saat-saat seperti ini tidak ingin kuakhiri.
“Muk… aku mau keluar lagi… aku
tidak tahan lagi honey…”
“Tahan sebentar May, aku juga mau
keluar..”
Tiba-tiba Muki langsung merubah
posisi. Aku di bawah dan dia di atas. Dengan cepat Muki melebarkan kakiku, dan
oh.. ternyata Muki ingin memasukkan penisnya ke vaginaku. Dan sekali lagi Muki
memasukkan penisnya ke vaginaku. Walaupun masih agak sulit, tapi akhirnya
lorong kenikmatanku dapat dimasuki oleh penis Muki yang besar.
“Dorong yang keras Muk, lebih
keras lagi,” desahku. Muki menggoyangan badannya lebih cepat lagi.
“Iya Muk, seperti itu… terus… aaa..aaa…
enak sekali, aku mau melakukannya terusmenerus denganmu..”
“May, aku sudah tidak tahan lagi…
aku mau keluar…”
“Aku juga Muk, sedikit lagi, kita
keluar sama -sama ya… aaa..”
“May… aku keluar..”
“Aku juga Muk… aaa… aa… terasa
Muk, terasa sekali hangat spermamu..”
“Aduh, May… goyang terus May,
punyaku lagi keluar…”
“Aduh Muk… enak sekali…”
Bibirku langsung menciumi bibir
Muki yang lagi dipuncak kenikmatan. Tak lama kemudian kami sama-sama terdiam dan
masih dalam kehangatan pelukan. Akhirnya kami mencapai kenikmatan yang luar
biasa. Dan sama-sama mengalami kenikmatan yang tidak bisa diukur.
“May… spermaku sekarang ada di
dalam punyamu.”
“Ia Muk…”
Tidak lama kemudian, Muki
membersihkan cairan spermanya di vaginaku.
“May, kalo kamu hamil, aku mau
bertanggungjawab.”
“Iya Muk..” jawabku singkat.
Akhirnya kami mandi sama-sama. Di
kamar mandi kami melakukannya sekali lagi, dan aku mengalami kenikmatan sampai
dua kali. Sekali keluar pada saat Muki menjilati vaginaku dan sekali lagi pada
saat Muki memasukkan penisnya ke vaginaku. Muki pun mengalami hal yang sama.
Sorenya kami melakukannya sekali
lagi. Kali melakukannya berulang kali. Dan istirahat kami hanya sebentar, tidak
sampai satu jam kami sudah melakukannya lagi. Benar-benar luar biasa. Aku pun
tidak tahu kenapa nafsuku begitu bergelora dan tidak mau berhenti. Kalau
dihitunghitung dalam melakukan hubungan badan, aku sudah keluar 8 kali orgasme.
Dan kalau hanya sekedar diisap oleh Muki hanya 3 kali. Jadi sudah 11 kali aku
keluar. Sementara Muki sudah 7 kali.
Malamnya tepat jam 8.30 kami
keluar dari penginapan. Padahal jika dipikir-pikir, hanya dalam waktu dua hari
saja aku sudah melepaskan keperawananku ke seseorang. Dan sampai sekarang
hubunganku dengan Muki bukan sifatnya pacaran, tapi hanya bersifat untuk
memuaskan nafsu saja. Dan, baru kali ini aku bisa merasakan tidur yang sangat
pulas sesampainya di rumah. Besoknya aku harus sekolah seperti biasa dan
tentunya dengan perasaan senang dan ingin melakukannya berkali-kali. Seperti
biasa setiap tanggal 20, aku datang bulan. Dan kemarin (tanggal 20 Februari
2001) ini aku masih dapat. Aku langsung menelepon Muki sepulang dari sekolah.
“Muk, aku dapat lagi, dan aku
tidak hamil.”
“Iya May… syukurlah…”
“Muk, aku ingin melakukannya
sekali lagi, kamu mau Muk..”
Dan, ternyata kami bisa
melakukannya di mana saja. Kadang aku mengisap penis Muki sambil Muki menyetir
mobil yang lagi di jalan tol. Dan setelah cairan sperma Muki keluar yang
tentunya semua kutelan, karena sudah biasa, setelah itu tangan Muki memainkan
vaginaku. Kadang juga sebelum pulang aku tidak lagi mencium bibir Muki, tapi
aku mengisap kepunyaan Muki sebelum turun dari mobil, hanya sekitar 2 menit,
Muki sudah keluar. Dan aku masuk rumah masih ada sisa-sisa aroma sperma di
mulutku. Di tiap pertemuan kami berdua selalu saling mengeluarkan. Jika kami
ingin melakukan hubungan badan, biasanya kami menyewa penginapan dari siang
sampai sore dan hanya dilakukan tiap hari sabtu karena pada saat itu sepulang sekolah
Muki langsung mengajakku ke penginapan























0 komentar: